Wednesday, September 9, 2009

Soal Latihan 2

A. Berilah tanda silang (X) padajawaban yang benar.
1. Pengetahuan yang dianggap benar karena dikemukakan oleh pejabat, berarti diperoleh melalui……..
a. Tradisi c. pengalaman e. media
b. Otoritas d. akal sehat

2. Max Weber tokoh paradigma………
a. fakta social c. realitas social e. aksi sosial
b. perilaiu social d. definisi sosial

3. Yang bukan metode penelitian utama dalam sosiologi adalah……
a. Eksperimen c. observasi partisipatif e. analisis isi
b. Sigi d. analisis sekunder

4. Paradigma Emile Durkheim………
a. fakta social c. perilaku social e. definisi sosial
b. tindakan social d. perilaku budaya

5. Objek ilmu sosiologi adalah……..
a. ilmu bumi c. masyarakat e. manusia
b. komunitas d. individu

6. Di bawah ini yang bukan merupakan hakikat ilmu Sosiologi adalah…..
a. Ilmu kategoris c. ilmu umum e. pengetauan khusus
b. Ilmu murni d. ilmu abstrak

7. Sosiologi mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi antara mausia, sosiologi berarti merupakan ilmu………
a. pengetahaun yang empiris d. pengetahaun yang abstrak
b. pengetahaun yang umum e. pengetahaun yang normatif
c. pengetahaun yang khusus

8. Materi sosiologi berdasarkan teori yang sudah ada yang diperbaiki, diperhalus, dan diperluas sesuai dengan cirri………..
a. Empiris c. nonetis e. kategoris
b. Kumulatif d. teoritis

9. Suatu studi sosiologi dikatakan ilmiah bila menempuh beberapa tahapan di bawah ini, kecuali...
a. perumusan masalah d. pengumpulan dan analisis data
b. pengkajian objek e. pengambilan kesimpulan
c. perumusan hipotesis

10. Tokoh dari paradigma prilaku social adalah………
a. Skinner c. August Comte e. Emile Durkheim
b. Max Weber d. Ritzer

B. Jawablah dengan benar pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
11. Jelaskan perbedaan Metode eksperimen dengan metode observasi partisipatif!
…………………………………………………………………………………………..
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
12. Jelaskan pengertiansosiologi sebagaiilmu kategoris!
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….

13. Jelaskan maksudnya sosiologi sebagai ilmu dan sosiologi sebagai metode!
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
14. Jelaskan perbedaan konsep paradigma EmileDurkheim dengan Paradigma menurut Max Weber!
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….

15. Ritzer menunjukkan adanya empat tingat realitas social yang menjadi pusat kajian sosiologi, Jelaskan!
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………….

Pokok Bahasan Sosiologi

• Paradigma Fakta sosial
Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Atau dengankata lain fakta social adalah kenyataan masyarakat. Contoh, di sekolah seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada guru. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).
Tokohnya adalah Emile Durkheim. Yang dimaksud dengan fakta social adalah kenyataan masyarakat. Fakta social terdiri atas dua, yaitu:
• Struktur Sosial, adalah pola hubungan antar manusia dan anatar kelompok manusia
• Lembaga Sosial,adalah system tata kelakuan dan hubungan yang berpusat pada aktivitas-aktivitas untukmemenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan bermasyarakat
• Paradigma Definisi Sosial
Paradigma ini menyatakan bahwa pokok persoalan seharusnya dipelajari dalam sosiologi adalah tindakan social, dalam hal ini tindakan social dalam hubungan atau interaksi social. Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain termasuk didalamnya mengenai interaksi sosial. Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.
Tokohnya adalah Max Weber. Menurut Weber, ada beberapa cirri pokok tindakan sosialdan hubungan social yang menjadi sasaran penelitian dalam sosiologi,yaitu:
 Tindakan manusia yang menurut sipelaku mengandung makna subjektif
 Tindakan nyata, bersifat membatin sepenuhnya dan subjektif
 Tindakan karena pengaruh positif dari suatu situasi, diulang-ulang secara sengaja dan persetujuan diam-diam
 Tindakan itu memperhatikan tindakanorang lain dan terarah kepada orang lain
 Tindakan itu bisa diarahkan pada waktu sekarang; yang lalu danyang akan dating
 Sasaran tindakan itu bias individu atau kelompok
• Paradigma Perilaku sosial
Tokohnya adalah B.F Skinner. Yang dimaksud dengan perilaku social adalah hubungan antara individu dengan objek social maupun non social. Fokus sosiologi adalah tingkahlaku inidividu yang mengakibatkan terjadinya perubahan lingkungan atau factor-faktor lingkungan yang mengakibatkan perubahan tingkah laku.
Lebih lanjut, Ritzer menunjukkan adanya empat tingat realitas social yang menjadi pusat kajian sosiologi, diantaranya:
MAKROSKOPIK


OBJEKTIF SUBJEKTIF



MIKROSKOPIK
Berdasarkan pemetaan masalah tersebut, paradigma fakta social memusatkan perhatian terutama pada realitas social makro-objektif danmakrosubjektif. Paradigma definisi social memusatkanperhaian pada realitassosial mikro-subjektif dan sebagian mikro-objektif (terutama yang terkait dengan proses mental). Paradigma perilaku social memusatkan pada realitas mikr-objektif yangtak tercakup dalam proses mental (tingkah laku hasil stimulus dari luar sipelaku)

Sosiologi Sebagai Ilmu dan Metode

Pengetahuan adalah kesan di dalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan pancaindera atau segala sesuatu yang kita ketahui dari berbagai sumber, yaitu bernalar, pengalaman, wewenang dan intuisi. Sedangkan ilmu merupakan kumpulan pengetahuan yang ilmiah yang didapat melalui langkah-langkah sistematis, dapat diperiksa, serta ditelaah secara mendalamoleh orang lain.

Pengetahuan ilmiah sering disebut sebagai ilmu. Ilmu membantu masyarakat untuk memahami masalah yang dihadapi dan mencari pemecahannya secara lebih objektif. Menurut Paul B Horton,ada beberapa langkah dalam penelitian ilmiah yang mudah disusun secara sistematis, yaitu:
1) merumuskan masalah
2) meninjau kepustakaan
3) merumuskan hipotesis
4) merencanakan desain penelitian
5) mengumpulkan data
6) menganalisis data
7) menarik kesimpulan

Sosiologi adalah ilmu karena merupakan pengetahuan tentang masyarakat yang diperoleh melalui metode ilmiah.
Berdasarkan data yang digunakan, metode dalam sosiologi bisa dibedakan menjadi metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode kuantitatif adalah metode Penelitian yang menggunakan bahan-bahan/data yang dapat dinyatakan dalam angka-angka. Sedangkan metode kualitatif adalah metode Penelitian yang menggunakan bahan-bahan/data yang tidak dinyatakan dalam angka-angka (misal dengan kata-kata, gambar atau symbol). Metode yang termasuk dalam metode kualitatif adalah:
b) metode histories, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsipumum
c) Metode komparatif, yaitu metode pengamatan denganmembandingkan antara bermacam-bermacam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk memperoleh perbedaan dan persamaan sebagai petunjuk tentang perilaku suatu masyarakat. Misalnya, perbandingan pertanian Indonesia pada masa lalu danmasa kini.
d) Metode studi kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan,kelompok, masyarakat setempat,lembaga-lembaga, maupunindividu-individu.Alat-alat yang dipergunakan dalam studi kasus adalah: wawancara (interview ), daftar pertanyaan (questionaire),observasi partisipasi (pengamat ikut serta dalamkehidupan sehari-hari masyarakat yang diamati)



Sementara itu, dilihat dari sisi cara kerjanya, metode penelitian dalam sosiologi bias dibedakan menjadi :metode eksperimen, metode survey/sigi, metode observasi partisipatif, dan metode analisis sekunder. Berikut gambaran umum mengenai keempat metode tersebut!
Metode Kegunaan Kelebihan Kelemahan
Eksperimen Digunakan untuk memperoleh penjelasan mengenai hubungan antar variable;
menghasilkan data kuantitatif Memiliki kemampuan besar untuk melihat hubungan sebab akibat; Replikasi penelitian relative mudah Seting percobaan memiliki sifat artificial; jika lingkungan penelitian tidak bias dikontrol denganbaik, hasilnya akan sangat bias
Survey Digunakan untuk mengumpulkan informasi mengenai isu-isu yang tidak diobservasi secara langsung, seperti sikap dan nilai; Sangat baik digunakan untuk penelitian deskriptif dan penelitian yang bersifat penjelajahan;
Menghasilkan data kualitatif dan kuantitatif Memungkinkan adanya survey populasi denganmenggunakankuesioner; bila dilakukan dengan wawancara bias memperoleh tanggapan yang mendalam Kuesioner harus dipersiapkan dengan cermat danmungkin hanya sedikit yang dikembalikan; bila menggunakan wawancara akanmembutuhkan biaya banyak dan waktu yang lama
Observasi Partisipatif Digunakan untuk penelitian yang bersifat menjelaskan dan penelitian deskriptif mengenai masyarakat dalam seting ilmiah;
Menghasilkan data kualitatif Memungkinkan dilakukannya penelitian mengenai perilaku “alamiah”; pada umumnya tidak mahal Membutuhkan waktu yang oanjang; replikasi penelitiansulit dilakukan; peneliti harus bias memiliki keseimbangan peran sebaagi partisipan dan sekaligus sebagai peneliti
Analisis Sekunder Dilakukan untuk peneltian yang sifatnya penjelajahan, deskriptif, dan penjelasan bila data memungkinkan Menghemat waktu dan biaya dalam pengumpulan data; memungkinkan dilakukannya penelitian historis Peneliti tidak memiliki control terhadap data yang menyimpang; data mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan penelitian mutakhir

Ciri -ciri sosiologi sebagai ilmu
Ciri sosiologi sebagai ilmu merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mepelajari masyarakat.ciri-ciri utamanya kedua ilmu itu adalah sebagai berikut
• Empiris, artinya ilmu pengetahuan.didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya idak bersifat spekulatif.
• Teoritis, artinya suatu ilmu pengethuan yang slalu berusaha untuk menyusun abstraksi dari hasi-hasil pengamataan.
• Kumulatif, artinya di susun atas dasar teori-teori yang sudah ada atau memperbaiki,memperluas serta memperkuat teori-teori yang lama.
• Nonetis, artinya pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk suatu fakta tertentu,tetapi untuk menjelaskan fakta tersebut

Hakikat sosiologi sebagai ilmu.
• sosiologi adalah ilmu sosial, hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa sosiologi mempelajari atau berhubungan dengan gejala-gejala kemasyarakatan.
• Sosiologi bukan merupakan disiplin ilmu yang normative, melainkan disiplin ilmu yang kategoris artinya membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukan apa yang akan terjadi atau seharusnya terjadi
• Sosiologi termasuk ilmu pengetahuan murni (pure science) bukan ilmu pengetahuan terapan (applied science)
• sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan penetahuan kongrit. Artinya dalam sosiologi yang diperhatikan adalah bentuk dan pola peristiwa-peristiwa dalam masyarakat
• Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional
• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum bukan ilmu pengetahuan yang khusus, artinya sosiologi mempelajari gejala yang umum pada setiap interaksi manusia

Obyek sosiologi
Sebagaimana halnya dengan ilmu-ilmu social lainnya, objek sosiologi adalah masyarakat (society) yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia
• Obyek material
Obyek material sosiologi adalah kehidupan sosial, gejala-gejala dan proses hubungan antara manusia yang mempengaruhi kesatuan hidup manusia itu sendiri
• Obyek formal
Obyek formal sosiologi lebih ditekankan pada manusia sebagai mahluk sosial atau masyarakat.Dengan demikian, obyek formal sosiologi adalah hubungan antara manusia serta proses yang timbul dari hubungan manusia didalam masyarakat.
Beberapa Teori dalam Sosiologi
Teori merupakan hubungan antarfakta atau pengaturan fakta menurut cara tertentu. Fakta adalah sesuatu yang dapat diamati dan pada umumnya dapat diuji secara nyata (empiris). Secara sederhana, teori adalah suatu pernyataan yang merupakan hubungan antara dua variable atau lebih, yang telah diuji kebenarannya. Teori mempunyai peran sebagai berikut:
1) Rangkuman (ikhtisar) hal-hal yang telah diketahui serta diuji kebenarannya yang menyangkut objek yang dipelajari
2) Memberikan petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada seseorang yang memperdalam pengetahuannya di bidang sosiologi
3) Berguna untuk lebih mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang dipelajari oleh sosiologi
4) Berguna dalam mengembangkan system klasifikasi fakta dan membina struktur konsep-konsep penting untuk penelitian
5) Pengetahuan teoritis memberikan kemungkinan untuk mengadakan proyeksi social, yaitu usaha untuk dapat mengetahui ke arah mana masyarakat akan berkembang atas dasar fakta yang dikethui pada masa lalu dan masa kini.
Dalam sosiologi,ada banyak teori yang berusaha menjelskan realitas social. Namun, umumnya disepakati bahwa ada tiga teori utama.
Dimensi Teori Fungsional-Struktural Teori konflik Sosial Teori Interaksi Simbolik
Orientasi Kajian Makro Sosial Makro Sosial Mikro Sosial
Inti Pandangan tentang Masyarakat Masyarakat merupakan sebuah system yang bagian-bagiannya saling berhubungan dan relative stabil karena didasarkan pada konsesus luas; setiap bagian mempunyai fungsi tertentu sehingga dapat menggerakkan kehidupan masyarakat secara keseluruhan Masyarakat merupakan sebuah system yang ditandai oleh ketidaksamaan social; Setiap bagian dalam masyarakat memberi keuntungan lebih besar pada kelompok tertentu daripada kelompok lainnya; konflik karena ketidaksamaan social itu mendorong terjadinya perubahan sosial Masyarakat merupakan sebuah proses interaksi sosial yang berlangsung terus menerus dalam setting tertentu yang didasarkan pada komunikasi simbolik; persepsi individu mengenai realitas berbeda-beda dan senantiasa berubah
Kekuatan
Mempunyai visi yang komprehensif, teratur dan stabil mengenai masyarakat Mampu menunjukkan masalahketidakadilan structural yang sesungguhnya terjadi dalam masyarakat Mampu memberikangambaran konkret mengenai bagaomana sesungguhnya masyarakat berinteraksi dalam kehidupannyata sesehari
Kelemahan Karena mengedepankan integrasi dan stabilitas social, teori cenderung mengabaikan realitas ketidaksamaan social dan cenderung konservatif/mendukung stautus quo. Karena terlalu berfokus pada masalah-masalah makro, maka teori ini kurang mampu memahami masalah-masalah mikro sehari-hari. Karena mengedepankan ketidaksamaan social, teori ini mengabaikan pentingnya nilai-nilai yang bersama yang menytukan masyarakat. KArena terlalu focus pada masalah-masalah makro,maka teori ini kurang mampu memahami masalah-masalah mikro sehari-hari Karena terlalu berfokus pada masalah-masalah mikro, maka teori ini cenderung mengabaikan pengeruh budaya dan factor social lainnya seperti kelas, etnisitas dan gender terhadap perilaku masyarakat
Tokoh August Comte, Herbert Spencer, Emile Durkheim, Talcot Parsons, Robert K Merton Karl Marx, George Simmel, WEB Du Bois George Herbert Mead, Erving Goffman

Soal Latihan I

A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!
1. Sosiologi lahir sekitar tahun……….
a. 1400-an c.1600-an e.1800-an
b. 1500-an d. 1700-an

2. Istilah sosiologi pertama kali dikemuikakan oleh………
a. Emile Durkheim c. Audust Comte e. Herbert Spencer
b. Max weber d. Karl Marx

3. Bapak sosiologi Indonesia adalah……….
a. Hasan Shadily d. Soerjono Soekanto
b. Mayor Polak e. Koentjaraningrat
c. Selo Soemardjan

4. Istilah sosiologi berasal dari bahasa…………
a. Yunani c. Ibradi e. Inggris
b. Latin d. Prancis

5. Faktor utama yang mendorong kelahiran ilmu sosiologi adalah……
a. hilangnya masyarakat agraris di Eropa
b. perubahan-perubahan padamasyarakat Eropa
c. peperangan antar Negara Eropa
d. kekuasaan Islam di Eropa semakin kuat
e. ilmu social lainnya gagal menyelesaikan masalah social

6. Pendapat Pitirim.A.Sorokintentang sosiologi menitikberatkan kepada…….
a. hubungan social antar kelompok d. gejala sosialdannonsosial
b. struktur social e. budaya dan kebiasaan masyarakat
c. mempelajari masyarakat

7. Revolusi industri pada masyarakat Inggris ditandai oleh……..
a. masyarakat agraris berangsur-angsur menjadi masyarakat industri
b. kekuasaan para raja berangsur-angsur terkikis
c. sifat feodal dan gerejani semakin mewarnai kehidupan masyarakat Inggris
d. terjadi penemuan-penemuan dalam bidang IPTEK
e. muncul golongan penguasa-penguasa baru yang disebut golongan capital

8. gagasan radikal yang menyertai perubahan-perubahan pada revolusi PRancis yang disuarakan golongan menengah adalah……..
a. kritik tentang pemotongan hak-hak d. keadilan dan kesamaan
b. persamaan hak e. pengakuan dalil-dalil ilmiah
c. peningkatan kesejahteraan

9. Fenomena yang muncul sebagai dampak kesenjangan social antara kaum buruh dan penguasa pada akhir abad pertengahan adalah……..
a. Pengangguran c. pertentangan kelas e. urbanisasi
b. Kemiskinan d. pertumbuhan kota-kota

10. Pengertian bahwa sosiologi merupakan ilmu yangmemusatkanperhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha mendapatkan pola-pola umum dalam kehidupan masyarakat, dikemukakan oleh……..
a. Max weber c. Selo Soemardjan e. August Comte
b. Soerjono Soekanto d. Paul B Horton


B. Buktikan manfaat sosiologi daripengalaman sehari-hari
NO Manfaat Sosiologi Contoh
1. Menguji pemahaman-pemahaman yang mapan
2. menilai peluang dan hambatan dalam kehidupan
3. Memampukan diri menjadi partisian aktif
4.
menghagai perbedaan manusia

C. Tugas Mandiri
Cari biografi dari beberapa tokoh sosiologi dunia dan Indonesia, kemukakan pokok pikiran dari tokoh tersebut dalam bentuk forto folio. Forto folio harus memenuhi persyaratan:
- Minimal 5 tokoh
- Tidak mengubah sejarah
- Diketik dengan menggunakan kertas A4
- Ditulis dengan spasi 1,5
- Referensi dari perpustakaan dan internet
- Menggunakan bahasa Indonesia yang baik
- Dibuat rangkap,salah satunya dikumpulkan

Definisi Sosiologi

Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.
• Pitirim Sorokin Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
• Roucek dan Warren Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.
• William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.
• J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.
• Max Weber Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
• Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
• Paul B. Horton Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.
• Soejono Sukamto Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.
• William Kornblum Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.
• Allan Jhonson Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Kelahiran Sosiologi Modern

Sosiologi modern tumbuh pesat di benua Amerika, tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana sosiologi muncul pertama kalinya).
Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke Amerika Utara. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan penduduk, munculnya kota-kota industri baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.
Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan sosial untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala Eropa tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.
Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung mikro (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

Perkembangan sosiologi dari abad ke abad

Perkembangan pada abad pencerahan
Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti Sokrates, Plato dan Aristoteles beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.
Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di abad pertengahan, seperti Agustinus, Ibnu Sina, dan Thomas Aquinas. Mereka berpendapat bahwa sebagai makhluk hidup yang fana, manusia tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.
Berkembangnya ilmu pengetahuan di abad pencerahan (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan masyarakat, ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.
Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan
Perubahan-perubahan besar di abad pencerahan, terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur masyarakat lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam revolusi Amerika, revolusi industri, dan revolusi Perancis. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam masyarakat.
Gejolak abad revolusi
Perubahan yang terjadi akibat revolusi benar-benar mencengangkan. Struktur masyarakat yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. Bangasawan dan kaum Rohaniawan yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. Raja yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah.
Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas
Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan masyarakat harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa perang, kemiskinan, pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.
Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :
• Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya.
• Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.
• Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

Sejarah Perkembangan Sosiologi


Sejarah Perkembangan Sosiologi

Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul “Cours De Philosophie Positive” karangan August Comte (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari masyarakat baru lahir kemudian di Eropa.

Sejak awal masehi hingga abad 19, Eropa dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban dunia, para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki masyarakat pada tiap tahap peradaban manusia.

Potret Auguste Comte

.Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.

Tiga tahapan itu adalah :

  1. Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
  2. Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
  3. Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.

Comte kemudian membedakan antara sosiologi statis dan sosiologi dinamis. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya masyarakat. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.oe

Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain Pitirim Sorokin, Herbert Spencer, Karl Marx, Emile Durkheim, George Simmel, dan Max Weber (semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.

  • Herbert Spencer memperkenalkan pendekatan analogi organik, yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
  • Karl Marx memperkenalkan pendekatan materialisme dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
  • Emile Durkheim memperkenalkan pendekatan fungsionalisme yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen sosial sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
  • Max Weber memperkenalkan pendekatan verstehen (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, kepercayaan, tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.